AD (728x60)

Selasa, 01 Mei 2018

Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Share & Comment
THE INDONESIANA CENTER - KONSULTAN KULIAH KE LUAR NEGERI
TIMUR TENGAH, EROPA, AMERIKA, AUSTRALIA & ASIA TIMUR
HOTLINE : +62 823-3211-1640 / +62 857-1556-4186
E-MAIL : info.indonesianacenter@gmail.com

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

TENTANG KAMI

The Indonesiana Center merupakan lembaga bimbingan belajar dan penyedia informasi pendidikan ke Timur Tengah, khususnya jenjang Sarjana (S-1) dan Pascasarjana (S-2 & S-3). Lembaga ini berada di bawah yayasan Indonesiana Institute dengan tujuan didirikan untuk melayani dan memudahkan para pelajar yang ingin melanjutkan studinya ke negara-negara yang ada di Timur Tengah. Selain itu, kami juga bergerak dalam bimbingan belajar keislaman, kursus bahasa asing, rumah tahfidz dan mediator kuliah di luar negeri. Program ini langsung dibimbing oleh Sarjana Lulusan Timur Tengah.

VISI

Visi kami adalah membangun peradaban generasi muda yang berwawasan moderat, berakhlaq karimah, dan menjadi insan robbani yang berilmu luas.

MISI
  • Membentuk generasi muda yang berkeislaman baik dan benar
  • Membekali para pelajar peta keilmuan di Timur Tengah
  • Memberi informasi mengenai pembelajaran dan perkuliahan
TUJUAN
  • Membangun peran Bait Syariah Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di Timur Tengah
  • Menjalin hubungan kerja sama yang strategis dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya
  • Memfasilitasi para pelajar yang ingin mengeyam pendidikan di Timur Tengah
  • Membangun network antar sesama guna mendapatkan informasi terbaru dan saling bertukar wawasan
NEGARA TUJUAN 
 
Mesir, Saudi Arabia, Yaman, Qatar, Tunisia, Maroko, Sudan, Pakistan, Turki, Syiria/Suriah

PEMBIMBING
  • Ust. Wahyu Hestya, Lc., M.Si.
  • Ust. Abdulloh Wasi'an, Lc.
  • dan Pengajar Lulusan Timur Tengah Lainnya
FASILITAS
  • Bimbingan khusus dan bebas konsultasi bagi peserta bimbingan
  • Try-out ujian tulis dan lisan disertai dengan contoh soal dari tahun-tahun sebelumnya
  • Boarding School Camp (program karantina pembelajaran secara intensif)
  • Pemberangkatan menuju tempat tes ujian
  • Fasilitas pengurusan pemberangkatan dari Indonesia
MODUL PEMBELAJARAN
  • Program bimbingan belajar terdiri dari 5 level, setiap levelnya terdiri dari 6 kali tatap muka (setiap kali tatap muka berdurasi 180 menit / 3 jam untuk program belajar regular & 360 menit / 6 jam untuk program belajar intensif)
  • Diharapkan bagi para peserta agar mampu menghafal minimal 2 juz awal dalam Alquran
  • Wajib memakai bahasa Arab selama mengikuti kursus (kondisional)
BIAYA BIMBINGAN BELAJAR
  • Program Bimbingan Belajar Reguler (Harian dan Mingguan)
    • Durasi bimbingan setiap satu kali tatap muka 3 jam sebanyak 6 kali pertemuan
    • Biaya bimbingan per level = Rp 150.000,-
    • Biaya bimbingan 5 level = Rp 150.000,- x 5 level = Rp 750.000,-
  • Program Bimbingan Belajar Reguler (Karantina Full Tempat Tinggal)
    • Durasi bimbingan setiap satu kali tatap muka 3 jam sebanyak 6 kali pertemuan
    • Biaya bimbingan per level = Rp 120.000,- (5 level = Rp 600.000,-)
    • Biaya tempat tinggal = Rp 500.000,-
    • Uang makan selama karantina = Rp 500.000,-
    • Biaya bimbingan 5 level + tempat tinggal + makan selama karantina = Rp 1.600.000,-
  • Program Bimbingan Belajar Intensif & Bergaransi (Karantina Full Tempat Tinggal)
    • Durasi bimbingan setiap satu kali tatap muka 6 jam sebanyak 6 kali pertemuan
    • Biaya bimbingan per level = Rp 250.000,- (5 level = Rp 1.250.000,-)
    • Biaya tempat tinggal = Rp 500.000,-
    • Uang makan selama karantina = Rp 500.000,-
    • Biaya bimbingan 5 level + tempat tinggal + makan selama karantina = Rp 2.250.000,-
    • Garansi uang kembali 50% (Rp 1.125.000,-) apabila peserta tidak lulus ujian tes ke Timur Tengah
  • Bagi pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat membayar biaya bimbingan sesuai kemampuan (disertai dengan surat keterangan)
MATERI PEMBELAJARAN
  • Ujian Tulis (menggunakan Bahasa Arab) meliputi: Bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa dan Insya’) dan Pengetahuan Agama Islam
  • Ujian Lisan (menggunakan Bahasa Arab) meliputi: Bahasa Arab (percakapan, terjemah dan pemahaman teks) dan hafalan Alquran minimal 2 juz
                      MATERI PEMBELAJARAN YANG AKAN DIPELAJARI
1
Alquran
6
Muthala’ah
11
Sharaf
2
Tajwid
7
Ushul Tafsir
12
Nahwu
3
Imla’
8
Musthalah Hadist
13
Balaghah
4
Insya’
9
Fikih
14
Tarikh
5
Durusul Lughah
10
Akidah
15
Mantiq

NO
MATERI PEMBELAJARAN LEVEL 1
1
Alquran & Tajwid
2
Durusul Lughah Jilid 1
3
Durusul Lughah Jilid 2
4
Qawaid Imla’
5
Insya’
6
Muthala’ah

NO
MATERI PEMBELAJARAN LEVEL 2
1
Ilmu Sharaf 1
2
Ilmu Sharaf 2
3
Ilmu Sharaf 3
4
Nahwu Jilid 1
5
Nahwu Jilid 2
6
Nahwu Jilid 3
7
Nahwu Jilid 4
8
Nahwu Jilid 5
9
Nahwu Jilid 6

NO
MATERI PEMBELARAN LEVEL 3
1
Balaghah Bayan
2
Balaghah Ma’ani
3
Balaghah Badi’
4
Ilmu Mantiq

NO
MATERI PEMBELAJARAN LEVEL 4
1
Tarikh Islam Jilid 1
2
Tarikh Islam Jilid 2
3
Musthalah Hadist

NO
MATERI PEMBELAJARAN LEVEL 5
1
Ushul Tafsir
2
Akidah
3
Fikih & Ushul Fikih

PANDUAN KULIAH DI UNIVERSITAS AL AZHAR MESIR

Pendahuluan

Siapa yang tidak mengenal kebesaran nama Al-Azhar. Lembaga pendidikan Islam yang telah ada sejak 11 abad silam ini berada di negeri kinanah, Mesir. Orang menyebutnya sebagai negeri para nabi, negeri dimana Nabi Musa dilahirkan, dan negeri dimana Nabi Yusuf menjadi kunci era kemakmurannya. Siapapun yang menimba ilmu di Al-Azhar, maka ia tidak hanya belajar khazanah keilmuan Islam, akan tetapi ia juga berkesempatan mempelajari dan menyaksikan langsung peradaban dunia.

Sebutan sebagai Qiblat-nya (red:rujukan) keilmuan dunia Islam, bukanlah tanpa alasan. Al-Azhar merupakan mesin pencetak ulama-ulama terbaik sepanjang masa dengan ratusan ribu alumni-alumninya yang tersebar dan berkiprah di seluruh dunia. Setiap tahunnya ribuan mahasiswa muslim dari penjuru dunia datang ke Mesir untuk menjadi Azhary (keluarga besar Al-Azhar).



Manhaj Islam Moderat

Salah satu faktor utama yang menjadikan Al-Azhar sebagai universitas Islam dunia terfavorit bagi generasi muda Islam ialah manhaj dakwahnya, Wasathiyya Islam (Islam moderat). Dengan manhaj ini Al-Azhar dan Azhary menempatkan dirinya sebagai penengah atas konflik horizontal yang terjadi di dalam internal dunia Islam, yaitu antara kelompok Liberal dan Radikal (ekstrimisme). Al-Azhar dengan pemahamannya yang terbuka telah memberikan ruang bagi terciptanya kesatuan antar umat Islam dan dengan umat agama lainnya tanpa kekerasan dan tanpa menggadaikan akidah.


 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center



Khazanah Terbuka


Al-Azhar tidak membatasi atau bahkan melarang mahasiswanya untuk mempelajari keilmuan tertentu. Hal ini berbeda dengan apa yang diberlakukan oleh lembaga pendidikan Islam lainnya di jazirah Arab lainnya seperti Jordania, Madinah, dan Yaman, dimana kebebasan mahasiswanya/siswanya sangat dibatasi. Alih-alih mempelajarinya, buku-buku dan sumber pengetahuan lainnya yang tidak sejalan dengan kebijakan madrasah tidak tersedia di toko-toko buku, bahkan dilarang masuk ke negera tersebut.

Kebijakan Al-Azhar dan pemerintah Mesir yang terbuka atas khazanah yanga da sangat diperlukan bagi generasi Islam saat ini. Dengan kebebasan mempelajari keragaman khazanah Islam, pemikiran mahasiswa terhadap dunia Islam pun menjadi terbuka, sehingga dapat menghomati keragaman umat yang telah ada sejak agama Islam lahir. Namun meskipun begitu, Al-Azhar tetap mengarahkan anak didiknya dengan diktat yang telah ditetapkan setiap tahunnya. Al-Azhar juga mengingatkan mahasiswanya untuk mencerna dan menelaah apa-apa yang telah mereka pelajari, mereka baca, serta memilah dan memilih mana yang baik dan tepat untuk disampaikan dan diaplikasikan kepada umatnya di negara masing-masing.

Beasiswa


Salah satu poin utama yang menjadikan Al-Azhar sebagai tujuan belajar terfavorit ialah ketersediaan beasiswa (minhah) yang tidak terbatas. Jenis-jenis beasiswa yang dapat diperoleh di Al-Azhar adalah sebagai berikut:
  1. Bebas biaya kuliah. Al-Azhar memberikan beasiswa berupa biaya kuliah gratis bagi setiap mahasiswanya hingga selesai masa studi. Mahasiswa Al-Azhar hanya perlu mengeluarkan biaya untuk membeli kelengkapan kuliah, seperti pembuatan kartu mahasiswa dan kitab-kitab diktat kuliah yang harganya terjangkau.
  2. Uang Saku. Disamping biaya kuliah, Al-Azhar juga memberikan minhah berupa "uang saku" yang nilainya sekitar Rp.640.000-Rp.850.000,- per bulannya. Uang saku ini hanya diberikan kepada mahasiswa/i yang berhasil naik kelas/tingkat pada tahun pertama, dan yang bersangkutan mengajukan dirinya untuk mendapatkan minhah tersebut.
  3. Asrama Mahasiswa. Disamping biaya kuliah dan uang sakut, Al-Azhar juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i-nya untuk tinggal di Asrama Bu'uts Al-Islamiyyah. Mahasiswa/i yang tinggal di asrama ini juga mendapatkan gratis makan tiga kali sehari. Untuk dapat tinggal di Asrama mahasiswa ini harus memperoleh minhah (uang saku) di atas dan mengajukan dirinya (mendaftar).
Semua mahasiswa/i memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk mendapatkan ketiga jenis beasiswa dari Universitas Al-Azhar asal memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Selain dari Al-Azhar, mahasiswa/i juga dapat memperoleh beasiswa dari lembaga lain, seperti Bayt Zakat yang nominal beasiswa jauh lebih besar. Berbeda dengan Al-Azhar, Bayt Zakat hanya memberikan minhahnya kepada mahasiswa yang berprestasi. Semakin bagus prestasinya, semakin besar nominal minhah yang diterima.
Rumah Daerah dan Asrama Indonesia


Berdasarkan data Atase Pendidikan dan Kebudayaan Cairo tahun 2014, jumlah mahasiswa/i AL-Azhar yang berasal dari Indonesia berjumlah 3995. Jumlah mahasiswa sebanyak itu terdiri datang dari berbagai daerah, afiliasi dan sekolah di seluruh Indonesia. Beberapa pemerintah daerah yang memiliki putra-putri daerah cukup besar di Mesir mendirikan Rumah Daerah masing-masing. Rumah-rumah daerah ini berfungsi sebagai meeting point, pusat aktifitas mahasiswa berdasarkan asal daerah masing-masing. Selain itu, beberapa daerah seperti sumatera Barat, dan Kalimantan Timur, serta Dompet Dhuafa memiliki asrama khusus bagi mahasiswa baru dan mahasiswa kurang mampu.

Selain rumah-rumah daerah yang terlebih dulu ada, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Mesir saat ini sedang menggarap proyek pembangunan 18 gedung asrama mahasiswa Indonesia senilai 148 miliyar rupiah. Masing-masing gedung dapat menampung 340 mahasiswa. Pada Mei 2014 lalu, 4 gedung asrama dan 1 gedung dapur umum telah rampung dan diresmikan oleh Presiden RI. Dengan keberadaan asrama ini, nantinya mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir tidak perlu lagi menyewa apartemen/tempat tinggal.

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center


Biaya dan Lingkungan Hidup


Dari segi biaya dan lingkungan, antara Indonesia dan Mesir tidak banyak memiliki perbedaan. Biaya hidup di Mesir hampir sama atau bahkan lebih terjangkau dibandingkan biaya hidup di kota-kota besar (kota-kota pendidikan) seperti, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung apalagi Jakarta. Biaya hidup di Mesir kurang lebih 1 juta rupiah, tergantung gaya hidup masing-masing Mahasiswa. Nominal tersebut sudah meliputi sewa apartemen/tempat tinggal, makan, transportasi ke kuliah, tabungan untuk membeli diktat kuliah setiap awal tahun ajaran, dan biaya komunikasi ke keluarga di Indonesia. Begitupun dengan lingkungan hidupnya. Rakyat Mesir sangat welcome dengan keberadaan mahasiswa asing khususnya dari Indonesia. Sehingga mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya dengan mudah.


BAGAIMANA PROSEDUR PENDAFTARAN KE UNIVERSITAS AL-AZHAR ?

Tahun 2006, Dirjen Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag RI menandatangani MoU dengan Al-Azhar. Salah satu isi dari MoU tersebut adalah tentang penyelenggaraan seleksi bagi calon mahasiswa baru universitas Al-Azhar. Penyelenggaraan seleksi ini merupakan respon terkait semakin menurunnya kualitas mahasiswa asal Indonesia di Universitas Al-Azhar.

Pada tahun 2005 saja, jumlah mahasiswa baru Al-Azhar asal Indonesia mencapai 1000 mahasiswa. Minat yang sangat besar tersebut tidak dibarengi dengan kualitas. Mayoritas mahasiswa baru yang berangkat ke Mesir tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk belajar di Al-Azhar, dalam artian tidak mampu/tidak siap secara bahasa dan lemah secara hafalan. Sehingga besarnya minat ini justru menjadi masalah bagi pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab atas keberadaannya di Mesir. Masalah lainnya yang timbul, mudahnya mahasiswa baru datang ke Mesir saat itu banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menyelundupkan TKI ilegal ke Mesir dengan menggunakan visa pelajar.

Berdasar latar belakang diatas, sejak tahun 2006 setiap calon mahasiswa baru yang berminat untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar harus mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru Al-Azhar di Indonesia. Seleksi tersebut harus diikuti baik oleh calon mahasiswa yang menginginkan beasiswa penuh, maupun oleh calon mahasiswa yang memilih jalur beasiswa mandiri. Berikut penjelasannya;

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

1. Beasiswa Penuh

Yang dimaksud sebagai Mahasiswa penerima beasiswa penuh adalah mereka yang mendapatkan tempat tinggal dan makan di Asrama Al-Azhar, dan berhak atas uang saku sebesar EGP.400 atau setara Rp.640.000,- setiap bulannya dari Univeristas Al-Azhar sejak bulan pertama masa perkuliahannya. Mereka juga mendapatkan tiket kembali ke Indonesia saat masa studi telah usai.

Prosedur untuk mendapatkan beasiswa penuh tahun ini telah berubah. Pada beberapa tahun sebelumnya beasiswa ini dikelola langsung oleh Diktis Kemenag RI. Kemenag menyelenggarakan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru Al-Azhar setiap tahunnya bagi setiap calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studi ke di Universitas Al-Azhar. Peserta dengan nilai tertinggi berhak atas beasiswa penuh yang dimaksud. Dahulu Jumlah beasiswa ini mencapai 100 untuk mahasiswa asal Indonesia, namun pada 4 tahun terakhir hanya menyisakan 20 kuota mahasiswa penerima. Tahun ini (2014), 20 mahasiswa penerima beasiswa penuh ini dikelola langsung oleh kedutaan Mesir di Jakarta. Meskipun nama-nama-nama penerima sebagian besar diambil dari peserta seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diadakan oleh Diktis, akan tetapi kedutaan Mesir memiliki kriteria sendiri kepada siapa yang berhak.

2. Beasiswa Jalur Mandiri

Bagi calon mahasiswa Al-Azhar yang tidak mendapatkan beasiswa kategori beasiswa penuh tetap mendapatkan beasiswa berupa biaya kuliah selama menempuh pendidikan di universitas. Satu hal harus diingat bahwa mereka harus tetap lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di Indonesia. Dengan diadakannya seleksi, pemerintah hanya memberikan izin kepada calon mahasiswa baru yang memiliki kompetensi/kwalitas yang cukup untuk mendaftarkan diri ke Al-Azhar dengan menanggung biaya hidupnya sendiri selama masa studi berlangsung. Mahasiswa yang berangkat ke Mesir dalam kategori ini juga berhak mendapatkan beasiswa penuh sebagaimana kategori di atas. Bedanya mereka baru dapat mengajukan diri/mendaftar sebagai penerima beasiswa penuh setelah hasil ujian kelas satu/tahun pertama diumumkan, dan yang bersangkutan berhasil naik kelas/naik tingkat.



 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center



PERAN DAN POSISI IAAI INDONESIA

IAAI Indonesia sebenarnya telah terlibat dalam seleksi mahasiswa baru Al-Azhar sejak tahun 2006. Akan tetapi keterlibatannya belum dikukuhkan secara lembaga. Keterlibatan IAAI masih sebatas perorangan yang menjadi pakar ahli penyelenggaraan seleksi, baik perumus soal, penguji, maupun penilai hasil seleksi. Keterlibatan IAAI secara lembaga dimulai sejak angkatan didik baru tahun 2011, atau satu tahun setelah IAAI Indonesia secara lembaga/organisasi diresmikan oleh Rabithah al-'alamiyyah li khirij al-Azhar Cairo. Sejak tahun 2011 inilah, keterlibatan IAAI Indonesia tidak hanya sebatas menyiapkan substansi seleksi, akan tetapi bertindak sebagai lembaga resmi Al-Azhar untuk menerima dan mengelola pemberkasan pendaftaran ke universitas.

Kehadiran IAAI secara resmi tidak terlepas dari masih adanya beberapa persoalan yang belum benar-benar terpecahkan terkait calon mahasiswa baru pada setiap tahunnya.

Menertibkan Mediator Nakal

Mediator atau juga sering disebut sebagai mediator merupakan lembaga atau perorangan yang membantu mengumpulkan berkas-berkas calon-calon mahasiswa baru yang lulus seleksi. Sebelum IAAI Indonesia dibentuk, berkas-berkas mahasiswa tersebut dikirim atau dititipkan oleh mediator untuk diserahkan kepada Komite Pelaksana Pendaftaran Mahasiswa Baru (KPP MABA) yang dibentuk oleh Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI).

Sebenarnya mayoritas mediator-mediator yang ada adalah alumni-alumni Al-Azhar yang memang tulus membantu adik-adiknya berangkat dan mendaftarkan diri ke Mesir. Sebagai penyedia jasa, mediator-lah yang sebelumnya menguruskan visa ke Kedutaan Mesir di Jakarta, dan mengatur jadwal keberangkatan mahasiswa baru. Disinilah persoalan muncul, tidak sedikit dari mediator-mediator yang motif utamanya adalah bisnis daripada niat membantu adik-adik kelasnya. Banyak mediator yang mematok tarif tinggi atas jasa yang mereka lakukan, bahkan tidak sedikit yang cenderung memeras calon mahasiswa. Mediator-mediator yang jumlah tidak sedikit ini membuat kelompok-kelompok yang tidak dapat dikontrol kinerjanya, sehingga menimbulkan berbagai macam persoalan.

Persoalan di atas segera ditertibkan setelah Panitia Pemberkasan IAAI Indonesia dibentuk pada tahun 2011. Masing-masing calon mahasiswa tidak lagi memerlukan jasa mediator, karena mahasiswa baru yang telah lulus seleksi bisa datang dan menyerahkan berkasnya secara langsung di kantor IAAI Indonesia. Namun IAAI Indonesia secara resmi tidak bisa menghapuskan keberadaan dan peran mediator, dan lebih memilih untuk menyebut mereka sebagai mitra IAAI. Misi IAAI dalam hal ini lebih untuk menertibkan para mediator, khususnya mediator nakal dibanding untuk memberangusnya. Calon mahasiswa diberikan kebebasan oleh IAAI untuk menyerahkan berkas secara langsung ke kantor IAAI Indonesia atau dapat melalui mediator dengan konsekwensi dikenakan tarif lebih atas jasa pengurusannya. Berkas-berkas yang dikumpulkan oleh mediator pun tetap diserahkan kepada IAAI Indonesia.

Dengan beradaan IAAI Indonesia, kerja mediator sangat ringan. Mediator hanya melakukan pengumpulan berkas dan menyerahkannya ke kantor IAAI dan membelikan tiket keberangkatan mahasiswa ke Cairo setelah visa diserahkan oleh IAAI. Atas dasar ringannya jasa yang mereka lakukan inilah, IAAI sangat mewanti-wanti para mediator untuk tidak memasang tarif tinggi kepada calon mahasiswa atas jasa yang mereka kerjakan. Untuk tahun 2014 ini, biaya pemberkasan yang diserahkan IAAI Indonesia sebesar Rp. 1.850.000,- dan USD, 250 (setara Rp.3.000.000,-), sehingga jumlah keseluruhan berjumlah Rp. 4.850.000,-. Selain biaya ini, mahasiswa baru hanya akan mengeluarkan biaya tiket keberangkatannya ke Mesir.


 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Visa di Kedutaan Mesir di Jakarta

Salah satu persoalan yang muncul sebelum kehadiran IAAI Indonesia adalah keterlambatan keberangkatan ke Mesir. Idealnya setiap calon mahasiswa baru sudah berada di Mesir paling lambat akhir bulan Oktober, karena pada bulan Januari mereka sudah harus mengikuti ujian semester pertama. Akar dari persoalan ini adalah visa masuk Mesir yang tidak kunjung diberikan oleh Kedutaan Mesir di Jakarta. Bahkan pada tahun 2008, kedutaan Mesir baru mengeluarkan visa pada tahun berikutnya.

Kehadiran IAAI Indonesia pada tahun 2011 segera disambut baik oleh kedutaan Mesir di Jakarta. Sebanyak 142 visa yang diajukan oleh IAAI Indonesia selesai dalam kurun waktu 2 minggu. Hal ini disebabkan adanya mutual trust antara kedua lembaga resmi ini. Dalam hal ini Kedutaan Mesir memberikan kepercayaan kepada IAAI sebagai lembaga resmi yang menjamin calon mahasiswa baru Al-Azhar untuk tidak menyalah-gunakan visa masuk ke negara Mesir untuk tindakan ilegal, seperti bekerja.

Seleksi Ulang di Mesir

Sejalan tujuan seleksi yang diselanggarakan di Indonesia, Al-Azhar pun berbenah terhadap kualitas calon mahasiswa baru yang akan mereka terima. Al-Azhar menyelenggarakan imtihan qabul (ujian penerimaan) bagi setiap calon mahasiswa asing yang diselenggarakan di Cairo. Meski sejalan dengan misi seleksi di Indonesia, imtihan qabul yang diselenggarakan di Cairo ini menimbulkan masalah baru. Mahasiswa baru asal Indonesia yang telah melakukan seleksi di Indonesia harus mengikuti seleksi ulang di Cairo. Mereka yang lulus, dapat dirima di universitas pada tahun itu juga, sementara yang tidak lulus harus mengikui daurah lughah (kelas persiapan bahasa) terlebih dahulu.

Menjawab persoalan di atas, Indonesia mengajukan penyelenggaraan seleksi imtihan qabul Al-Azhar di Indonesia, tidak di Cairo. Atas dasar inilah seleksi penerimaan mahaasiswa baru dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu tahap pertama dan tahap kedua. Seleksi tahap pertama dilaksanakan di beberapa kota dengan minat ke Al-Azhar tertinggi dan mampu menjangkau wilayah-wilayah tertentu di Indonesia. Peserta yang lulus pada seleksi tahap pertama mengikuti seleksi tahap kedua yang diselanggarakan di Jakarta. Jika pada seleksi tahap pertama diuji oleh alumni-alumni Al-Azhar terbaik di Indonesia, adapun pada seleksi tahap kedua peserta diuji langsung oleh tim penguji yang didatangkan langsung dari Universitas Al-Azhar. Sehingga seleksi tahap kedua yang diselenggarakan di Jakarta pada setiap tahunnya selama ini dimaksudkan sebagai pengganti seleksi imtihan qabul di Cairo.

Biaya Pemberkasan

Sebagaimana yang penulis sampaikan di atas, secara umum Al-Azhar memang memberikan beasiswa yang tidak terbatas bagi setiap calon mahasiswanya. Akan tetapi setiap mahasiswa harus mengeluarkan biaya hingga yang bersangkutan berada di bangku kuliah. Biaya yang harus dibayar saat pemberkasan diperuntukan untuk pengurusan visa, pembelian madruf (form pendaftaran universitas), biaya penerjemahan dan legalisasi berkas di beberapa lembaga Indonesia dan Mesir, biaya sewa apartemen untuk satu bulan pertama dan uang jaminan sewa senilai biaya sewa, serta biaya operasional komite. Biaya tersebut masih ditambahkan dengan biaya untuk mendatangkan para penguji dari Universitas Al-Azhar untuk menyelenggarakan imtihan qabul (seleksi tahap kedua) di Indonesia yang sebelumnya telah ditalangi (dibiayayai terlebih dahulu oleh IAAI Indonesia).

Sumber : www.mjamzuri.com

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mesir (Arab: مصر, translit. Maṣr‎), nama resmi Republik Arab Mesir (Arab: جمهوريّة مصر العربيّة, translit. Jumhūriyyat Miṣr al-ʿArabiyyah‎, Arab Mesir: Gomhoreyyet Maṣr el-ʿArabeyya‎) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir juga digolongkan sebagai negara maju di Afrika.

Mesir juga merupakan Negara pertama di dunia yang mengakui Kedaulatan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya) sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.

Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni. Mayoritas penduduk negara Mesir menganut agama Islam sementara sisanya menganut agama Kristen Koptik.

Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia misalnya Piramid Giza,Kuil Karnak,Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

Nama Mesir dalam Bahasa Indonesia, berasal dari istilah Arab Miṣr (IPA: [mi̠sˤr] atau pengucapan bahasa Arab Mesir: [mesˤɾ]; Arab: مِصر‎) adalah Arab klasik Al Quran dan menjadi nama resmi Mesir, sementara Maṣr (IPA: [mɑsˤɾ]; Arab Mesir: مَصر‎) adalah penyebutan lokal Bahasa Arab dialek Mesir. Nama ini berasal dari rumpun Semit, secara langsung terkait dengan nama Mesir dalam bahasa Semit lainnya, seperti Ibrani (Mitzráyim). Catatan tertua yang merujuk mengenai nama Mesir, tercatat dalam Akkadia KURmi-iṣ-ru miṣru, terkait dengan istilah miṣru/miṣirru/miṣaru, yang bermakna "perbatasan" atau "daerah pinggiran"

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center
Mesir Kuno

Mesir merupakan salah satu negara tertua di dunia. Usia nya sudah lebih dri 5000 tahun. Suku asli Mesir adalah suku yang nomaden dari guru sahara, Afrika. Selama tiga ribu tahun Mesir dipimpin oleh Firaun dari dinasti ke dinasti yang jumlahnya ada 30 dinasti, yang jumlah 140 Firaun yang berkuasa dari tahun ketahun. Mesir kuno di bagi menjadi 3 era, Old Kingdom, Middle Kingdom, New Kingdom. Setelah Era New Kingdom, Kerajaan Mesir kuno mengalami keruntuhan dan dikuasai oleh Suku dari luar yaitu suku Romawi (Oleh The Great Alexander), Arab, Turki (oleh Kesultanan Ottoman / Utsmaniyah). Peninggalan peninggalan dari kerajaan Mesir kuno sangat banyak, contohnya ada Piramida Giza di Giza, Spinx ( Giza ), Lembah para raja, Red Pyramid, Piramida Sakkara, Kota Memphis (kota Mesir kuno).

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mesir Arab dan Utsmaniyah
Bizantium mampu membangun kontrol di negara itu setelah invasi singkat Persia pada awal abad ke-7, sampai 639-42, ketika Mesir diinvasi dan ditaklukkan oleh Khalifah oleh Muslim Arab. Ketika mereka mengalahkan tentara Bizantium di Mesir, orang Arab membawa Islam Sunni kesana. Pada awal periode, orang Mesir mulai membaurkan iman mereka kepercayaan adat dan praktik, yang menyebabkan berbagai tarekat Sufi berkembang sampai hari ini.[7] Ritus-ritus ini selamat dari Gereja Ortodoks Koptik Alexandria.

Penguasa Muslim ditunjuk kekhalifahan Islam untuk tetap in menguasai Mesir selama enam abad berikutnya, dengan Kairo sebagai pusat kekhalifahan dibawah Fathimiyah. Dengan berakhirnya Dinasti Ayyubiyah Kurdi, Mamluk, sebuah kasta militer Turko-Sirkasia, mengambil kontrol pada 1250 M. Pada akhir abad ke-13, Mesir menghubungkan Laut Merah, India, Malaya, dan Samudra Hindia.[9]Mereka terus memerintah negara itu sampai penaklukan Mesir oleh Turki Utsmaniyah pada 1517, yang setelahnya Mesir akan menjadi provinsi dari Kesultanan Utsmaniyah. Sekitar 40% populasi Mesir pada pertengahan abad ke-14 terbunuh oleh Kematian Hitam.

Setelah abad ke-15, invasi Utsmaniyah menekan sistem Mesir mengalami kemunduran. Militarisasi defensif merusak masyarakat sipil dan institusi ekonomi.[9] Melemahnya sistem ekonomi yang dikombinasikan dengan efek dari penyakit pes yang meninggalkan Mesir yang membuat ia rentan dari invasi asing. Pedagang Portugis mengambil alih perdagangan mereka.[9] Mesir mengalami enam kelaparan antara 1687 dan 1731.[11] Kelaparan 1784 menyebabkan kerugian yang kira-kira seperenam dari penduduknya.

Invasi Perancis di Mesir yang singkat itu dipimpin oleh Napoleon Bonaparte yang dimulai pada 1798. Pengusiran Peranci pada 1801 oleh tentara Utsmaniyah, Mamluk, dan Britania diikuti dengan empat tahun masa anarki sewaktu bangsa Utsmaniyah, Mamluk, dan Albania—yang biasanya tunduk kepada Utsmaniyah—saling berebut kekuasaan. Saat kekacauan ini, komandan resimen Albania, Muhammad Ali Pasya (Kavalali Mehmed Ali Pasha) muncul sebagai tokoh, dan pada 1805 tanpa sepengetahuan Sultan di Istanbul, Muhammad Ali diangkat sebagai raja muda di Mesir. tahun 1882 negara ini dikuasai britania selama kekuasan inggris (britania) orang mesir menderita dibunuh buruh paksa tanpa istirahat dan dibiarkan kelaparan sampai mati merdeka tahun 1923 dibawah kemimpinnan kalar baliq zym janggo tahun 1948 mesir bersatu dengan dunia arab untuk melawan israel tapi kalah dan 60% penduduk mesir diperbudak di israel tahun 1972 terjadi gempa bumi di kairo menbunuh 20 juta orang 97 juta orang menghilang tahun 1995 terjadi gempa bumi disusul tsunami dipesisir timur sinai menbunuh 50 ribu orang dan 1 juta orang menghilang tahun 2009 youtubediblokir di mesir karena video innocence of muslim tahun 2012 saat badai arab (arab spring) demokrasi dipilih di mesir.

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Politik

Mesir berbentuk republik sejak 18 Juni 1953, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Muhammad Husni Mubarak telah menjabat sebagai Presiden Mesir selama lima periode, sejak 14 Oktober 1981 setelah pembunuhan Presiden Muhammad Anwar Sadat. Selain itu, ia juga pemimpin Partai Demokrat Nasional. Perdana Menteri Mesir, Dr. Ahmad Nazhif dilantik pada 9 Juli 2004 untuk menggantikan Dr. Athaf Ubaid.

Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem semipresidensial multipartai. Secara teoretis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan perdana menteri namun dalam praktiknya kekuasaan terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal. Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.

Pada akhir Februari 2005, Presiden Mubarak mengumumkan perubahan aturan pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat. Untuk pertama kalinya sejak 1952, rakyat Mesir mendapat kesempatan untuk memilih pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan yang baru juga menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh, seperti Aiman Nur, tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak pun kembali menang dalam pemilu.

Pada akhir Januari 2011 rakyat Mesir menuntut Presiden yang sekarang berkuasa Husni Mubarak untuk meletakan jabatannya. Hingga 18 hari aksi demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Husni Mubarak mundur, akhirnya pada tanggal 11 Februari 2011 Hosni Mubarak resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri Husni Mubarak ini disambut baik oleh rakyatnya, dan disambut baik oleh dunia Internasional.

Pada 4 Juli 2013, Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdul Fattah as-Sisi mengumumkan adanya revolusi untuk mengamankan Mesir, yang bertujuan untuk menggulingkan Muhammad Mursi. Mursi sendiri adalah presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokrasi.[14] Pada 3 Juni 2014, Komisi Pemilihan Mesir mengumumkan, mantan Jenderal Mesir, Abdul Fattah as-Sisi terpilih menjadi Presiden setelah menang dalam Pemilu Mesir pada Mei 2014.

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Geografi

Mesir terletak antara garis lintang 22 ° dan 32 ° N, dan garis bujur 25 ° dan 35 ° E. Dengan luas 1.001.450 kilometer persegi (386.660 sq mi), Mesir adalah negara ke-30 terbesar di dunia. Karena iklimnya yang ekstrem dan gersang, sebagian besar populasi terkonsentrasi di sepanjang Lembah Nil yang sempit dan Delta sungai Nil. Sekitar 99 % penduduk Mesir menempati kawasan lembah sungai Nil dan kawasan delta sungai di dekat Laut Mediterania. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, Laut Mediterania di utara, dan Jalur Gaza, Israel, dan Laut Merah di timur. Mesir mempunyai lokasi geopolitik yang penting di perbatasan Asia-Afrika, ia memiliki sebuah jembatan tanah (Tanah Genting Suez) antara Afrika dan Asia, wilayah ini dilalui sebuah terusan yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudera Hindia (melalui Laut Merah).

Terlepas dari Lembah Nil, mayoritas lanskap Mesir adalah gurun, dengan beberapa oasis bertebaran di kawasan itu. Tiupan angin yang kencang menciptakan banyak bukit pasir yang tingginya 100 kaki (30 m). Mesir termasuk bagian dari gurun Sahara dan Gurun Libya. Gurun ini dilindungi Kerajaan Firaun dari ancaman Barat dan disebut sebagai "tanah merah" pada zaman Mesir kuno.

Kota-kota penting di Mesir adalah Alexandria,yang merupakan kota terbesar kedua; Aswan; Asyut; Kairo, yang merupakan ibukota Mesir modern dan kota terbesar; El-Mahalla el-Kubra; Giza, situs Piramida Khufu; Hurghada; Luxor; Kom Ombo; Port Safaga; Port Said; Sharm El Sheikh; Suez, di mana ujung selatan Terusan Suez berada; Zagazig; dan al-Minya. Oasis di Mesir diantaranya ialah Bahariya, el Dakhla, Farafra, el Kharga dan Siwa.

Pada tanggal 13 Maret 2015, rencana untuk pemindahan ibukota diumumkan.

 Bimbingan Belajar Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Ekonomi

Ekonomi Mesir sangat tergantung pada pertanian, media, ekspor minyak bumi, ekspor gas alam, dan pariwisata, terdapat pula lebih dari tiga juta orang Mesir bekerja di luar negeri, terutama di Arab Saudi, Teluk Persia dan Eropa. Penyelesaian Bendungan tinggi Aswan pada tahun 1970 dan resultan Danau Nasser telah menghasilkan tempat yang dihormati sepanjang masa dari Sungai Nil dalam pertanian dan ekologi negara Mesir. Sebuah populasi yang berkembang pesat, lahan pertanian terbatas, dan semua ketergantungan pada Sungai Nil terus membebani sumber daya dan menekankan ekonomi.

Demografi

Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang. Hampir seluruh populasi terpusat di sepanjang Sungai Nil, terutama Iskandariyah dan Kairo, dan sepanjang Delta Nil dan dekat Terusan Suez.

Penduduk Mesir hampir homogen. Pengaruh Mediterania (seperti Italia dan Yunani) dan Arab muncul di utara, dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan mengenai asal usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur dan Asia yang pindah ke lembah Nil setelah zaman es.

Sejak zaman Mesir Kuno hingga sekarang, masyarakat Mesir telah menggunakan bahasa-bahasa dari rumpun bahasa Afro-Asia yang diduga berasal dari daerah sekitar Ethiopia di Tanduk Afrika. Penduduk Mesir Kuno berbicara dengan bahasa Mesir yang ditulis dengan hieroglif Mesir. Bahasa Mesir berkembang menjadi bahasa Demotik pada 600 SM dan bahasa Koptik pada 200 M, keduanya banyak dipengaruhi oleh bahasa Yunani, sebelum mati sekitar abad ke-17 M. Bahasa Arab, yang diperkenalkan beserta agama Islam pada abad ke-7, mendominasi masyarakat Mesir sejak saat itu. Walau sudah mati, komunitas Kristen Koptik masih menggunakan bahasa Koptik sebagai bahasa liturgi, meskipun dalam sehari-hari mereka berbicara dalam bahasa Arab. Sebagai bekas koloni Britania Raya, bahasa Inggrisjuga digunakan sebagai bahasa kedua, kebanyakan dalam bidang ekonomi dan oleh masyarakat terpelajar dan elit.

Agama

Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi, adzan yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo juga dikenal dengan berbagai menara masjid dan gereja. Menurut konstitusi Mesir, semua perundang-undangan harus sesuai dengan hukum Islam. Negara mengakui mazhab Hanafi lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa untuk masalah agama.

90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama Kristen; 78% dalam denominasi Koptik (Koptik Ortodoks, Katolik Koptik, dan Protestan Koptik). Gereja Kristen Koptik memiliki keunikan dari denominasi Kristen lainnya, karena, seperti Kristen Asiria, mereka masih menggunakan bahasa kuno yang dulu mendominasi daerah mereka sebagai bahasa liturgi, dalam hal ini bahasa Mesir dalam bentuk Koptik

Pendidikan

Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharu Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan. Di antara tokoh-tokoh tersebut Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Ali Pasya. Dua yang terakhir, secara historis, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain.

Sistem Pendidikan di negara Mesir meliputi:
  1. Sekolah Dasar (Ibtida’i).
  2. Sekolah Menengah Pertama (I’dadi).
  3. Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah).
  4. Pendidikan Tinggi (Jami‘ah).
##########
MEDIATOR KULIAH LUAR NEGERI Sudan - Pakistan - Mesir - Maroko - Lebanon - Qatar - Arab Saudi - Tunisia - Turki - Yaman BIMBINGAN BELAJAR KE TIMUR TENGAH Sudan - Pakistan - Mesir - Maroko - Lebanon - Qatar - Arab Saudi - Tunisia - Turki - Yaman BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR Putra - Putri CONTOH SOAL UJIAN TES SELEKSI PENERIMAAN BEASISWA KULIAH TIMUR TENGAH (AL AZHAR MESIR, SUDAN, LEBANON & MAROKO) : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab BIMBINGAN BELAJAR KE TIMUR TENGAH : Lebanon - Maroko - Mesir - Pakistan - Sudan - Qatar - Saudia Arabia - Tunisia - Suriah - Yaman UMROH & HAJI PLUS : Umroh Reguler - Umroh Plus - Haji Plus Furodah TOUR INTERNASIONAL : ASEAN (Singapura / Kuala Lumpur / Bangkok) - Timur Tengah (Turki - Mesir) - Eropa Barat - Amerika - Asia Timur (Cina / Hongkong / Korea Selatan / Jepang) TOUR DOMESTIK : Danau Toba - Jakarta Kepulauan Seribu - Bogor Bandung - Semarang Karimun Jawa - Yogyakarta Solo - Surabaya Malang Bromo - Bali Lombok - Bunaken Manado - Raja Ampat TIKET BLOCK SEAT UMROH HAJI PLUS & GROUP : Tiket Block Seat Umroh - Haji Plus Furodah - Group Tour PENGURUSAN VISA LUAR NEGERI Visa Luar Negeri : Amerika - Australia - Brazil - Cina - Inggris - Irlandia - Italia - Jepang - Jerman - Korea Selatan - Mesir - Norwegia - Rusia - Schengen - Spanyol - Taiwan PENGURUSAN PASPOR Paspor LAND ARRANGEMENT : Umroh TIKET BLOCK SEAT UMROH HAJI GROUP FIT BOOKING SEAT : Garuda Indonesia - GA / Saudi Airlines - SV / Emirates Airline - EK / Etihad Airways - EY / Srilankan Airlines - UL / Turkish Airlines - TK / Lion Air - JT / Malaysia Airlines - MH / Air Asia - AK / Oman Air - WY / Philippine Airlines - PR / Citilink - QG / Scoot - TR / Qatar Airways - QR / Royal Jordanian - RJ  OLEH-OLEH HAJI & UMROH / TIMUR TENGAH : Air Zamzam - Kurma Arab - Kacang Arab - Tasbih Kokka - Peci Arab - Sajadah Arab - Kismis Arab - Minyak Zaitun - Gamis Pria - Abaya Wanita - Coklat Arab - Papyrus Arab - Alat Shisha - Pashmina Arab - Aksesoris Arab - Tas Arab - Hajar Jahannam - Buah Tin - Madu Arab - Oleh Lainnya 
##########

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center


Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center

Mediator Lembaga Pemberangkatan Mahasiswa Kuliah ke Mesir (Universitas Al-Azhar) - Timur Tengah - Indonesiana Center
Tags:

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

 
Copyright © INDONESIANA TOUR | Designed by Indonesiana IT